hanya istilah seni bukan estetika

Selasa, Maret 29, 2011

Eksplorasi Warna Go Green

Ini memang hanya coretan sembarang yang dibuat murid-murid Ekskul Melukis SD-2 YPK saat Go Green Festival di Koperasi PKT. Namun coretan ini banyak maknanya, khususnya bagi Bu Ratna. Jangan remehkan keberanian siswa mencoret dan menggores. Karena dalam coretan dan goresan tersebut merupakan visualisasi pikiran dan ekspresi anak-anak. Dengan keberanian tersebut, bu Ratna hanya berharap suatu ketika anak-anak tersebut mampu menjadi dirinya sendiri dan mampu merubah dunia menjadi lebih kreatif.


Asyik, kan ... Ya. melihat murid-murid berebutan tempat mengisi ruang-ruang kosong dengan aneka warna cat akrilik semaunya. Biarlah. Komposisi berciri anak tersebutlah yang memang harus dihargai.



Hm, mereka melukis tidak di kanves lho. Tapi, di belakang banner spanduk digital print. Ya, kita memang sedang giat melakukan pemanfaatan benda yang sudah tidak terpakai dengan cara reuse. Go Green...

Bu Ratna juga pada kegiatan itu melukis dengan media kanvas bekas spanduk digital print yang adadi sekolah. Bu Ratna memberi judul lukisan yang bu Ratna buat dengan tittle "Menjaga Bumi".


Nah, kalian bisa lihat kan hasil karya bu Ratna. Lukisan tersebut diserahkan Kepala Sekolah kepada Manajemen KPI. Yang memakai batik itu Kepala SD-2 YPK, bapak Suyoto.

Senin, Maret 28, 2011

Melukis Cepat dengan Cat Air

Wah, melukis dengan cat air itu kan yang paling sulit? Itu memang kata sebagian orang. Namun, bu Ratna berpikiran lain. Tak ada yang sulit dan susah jika kita mau belajar. Tahap awal dalam berkarya adalah melawan ketakutan kita. Harus berani mencoba. Dan cat airpun bukan suatu yang sulit. Mungkin hasil awal bukan karya maestro seperti para seniman dunia, karena kalian masih anak-anak. Maka, tetaplah menjadi anak-anak. Kadang kita harus kembali ke masa anak-anak untuk berpikir kreatif. Why not?! So, nothing is impossible.

Bu Ratna bahkan mengenalkan cat air dulu pad anak-anak. Mengapa? karena cat air pengencernya mudah didapat yaitu air. Apapu merk dan jenis catnya boelh-boleh saja, yang asali atau ASPAL. Yang murah atau mahal boleh dipergunakan. Karena dalam proses belajar harga dan kualitas kita kesampingkan dulu. Karena proses awal adalah pengenalan terhadap materi CAT itu sendiri.
"Halo, aku Aminah kelas 4 SD-2YPK. Cat air, hari ini kita berteman ya. Salam kenal" mungkin kita ibaratkan pengenalan terhadap media itu adalah begitu. KENALAN terlebih dahulu.

Rumus yang telah banyak dipakai para PENGGAMBAR atau ILUSTRATOR pemula dalam membuat karya cat air adalah dengan kombinasi krayon/oil pastel. Ini adalah pasangan yang serasi. Ini adalah tahap selanjutnya. Jangan ragu langsung menggores membuat sketsa dengan KRAYON atau OIL PASTEL. Jauhkan pensil.


Sifat krayon atau oil pastel yang mempunyai unsur lilin sangat membantu dalam menampilkan outline gambar.
Setelah selesai membuat sketsa lalu isi tiap bidang kosong sketsa dengan cat air. berkreasilah dengan mncampur berbagai warna dan mengisikan dalm sketsa dengan full colour. Jangan khawatir, krayon akan melindungi outline yang telah kamu buat.


Nah, sebenarnya sangat mudah tahap awal melukis dengan cat air. Tak ada gambar yang jelek dalam proses belajar melukis. Dari yang jelek pasti akan jadi bagus. Okey...

Belanja ala Mr. Sinurat ....

Wah, hanya satu kata yang bisa bu Ratna istilahkan untuk Mr. Sinurat ini. Adalah Kreatif. Senior bu Ratna yang telah dapat triwindu bakti di YPK ini memang kretif dalam mengajar. Walau sudah hampir pensiun,namun masih selalu bersemangat mengajar.
Bahkan dalam pelajaran kelas 3 ini murid-murid belajar banyak hal dari berbelanja ke pasar.
Beberapa hari yang lalu, murih kelas 3A SD2 YPK Bontang belajar berbelanjake pasar Halte Pujasera Effendi. Anak-anak dari rumah sudah membawa uang sebanyak yang ditentukan. Lalu anak-anak diarak ke pasar untuk berbelanja sayur mayur keperluan memasak ibunya di rumah. Setelah mereka selesai berbelanja, kereka kembali ke sekolah dan diberi kertas tugas berisi daftar belanjaan beserta pengeluatan dan sisa uang. Yang unik anak-anak sibuk mengingat dan menghitung daftar belanjaan sambil menghitung pula uang yang masih tersisa. Tugas Mr. Sinurat adalah mengecek pengeluaran, daftar belanja dan sisa uang.
"Pak, aku tadi belanjanya dibantu tante-tante, jadi tidak tahu harganya..." kata seorang murid dengan lugu.
"Wah, terongku mana? Kan ibuku pesen untuk beli terong!" terian anak yang lain.
"Lho, kok uangku habis... ibuku pesan untuk tidak dihabiskan?" kata yang lain dengan bingung.
Lucu banget. Ada yang sibuk menjajar bayam, timun, dan tahu lalu mendata harga. Ada yang sibuk menghitung harga tapi gak bisa-bisa. Ada yang terus keliru menghitung.
Ceck it out ...





Integrasi pelajaran yang bisa diambil adalah:
1. Belajar mandiri dan tanggungjawab berbelanja
2. Belajar jujur dalam menghitung daftar belanjaan
3. Belajar hitungan matematika
4. Belajar membantu orangtua

Di sekolahku SD-2 YPK ini masih banyak guru-guru yang kreatif, lho...